PENGARUH WAKTU PEMERAMAN DENGAN PENAMBAHAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH GAMBUT TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH

  • Ichwan Setiawan University of Muhammadiyah Banjarmasin

Abstract

Di Kalimantan umumnya masalah yang sering dihadapi adalah pembangunan jalan raya di atas tanah gambut, dikarenakan jenis tanah Kalimantan sebagian besar adalah tanah gambut. Metode perbaikan tanah gambut (peat soil improvement) telah banyak dilakukan diantaranya dengan melakukan pengelupasan (replacement) tanah gambut jika mempunyai kedalaman rendah (shallow& moderate peat) dan diganti dengan material tanah yang lebih baik. Perbaikan tanah gambut dapat dilakukan secara fisik maupun kimiawi. Tujuan dari dilakukannya peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tanah gambut apabila distabilisasi dengan kapur berdasarkan waktu pemeraman benda uji tersebut, sehingga kedepannya penelitian ini dapat dijadikan referensi terhadap permasalahan yang sering terjadi di daerah tanah gambut. Pengaruh tanah gambut yang distabilisasi dengan kapur berdasarkan variasi waktu pemeraman terhadap sifat fisis tanah gambut adalah semakin besar persentase kapur dan semakin lama waktu pemeraman contoh benda uji tanah gambut akan menigkatkan nilai dari berat jenis tanah (Gs) gambut dan berat volume tanah gambut.

References

Afriani, Lusmeilia. 2014.Kuat Geser Tanah.Graha Ilmu. Yogyakarta

ASTM D4427-84. (1989). Organic Sedimen Reasrch Center (OSRC). The University of South Carolina.

Das, B.M.,1987,”Advanced Soil Mechanics”, Mc Graw Hill Int. Edit, New York.

Deboucha, S., Roslan Hashim. “Engineering Properties of Stabilized Tropical Peat Soils”. Electronic Journal of Geotechnical Engineering. Vol 13.

Fuchsman, Charles H. 1986. “Peat and Water: Aspects of Water Retention and Dewatering in Peat”. Elsevier Applied Science Publishers. London and New York.

Hardiyatmo, H. C. 2010. Stabilisasi Tanah Untuk Perkerasan Jalan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Hardiyatmo, H. C. 2006. Mekanika Tanah I. Gama Press. Yogyakarta.

Ingles, O.G., J.B. Metcalf. 1972. “Soil Stabilization: Principles and Practice”. Butterworths Pty. Limited. Australia.
Kalantari, B., Bujang B.K. Huat. 2008. “Peat Soil Stabilization, using Ordinary Portland Cement, Polypropylene Fibers and Air Curing Technique”. Electronic Journal of Geotechnical Engineering. Vol 13.

Kusuma, L. 2001, “Pengaruh pencampuran tanah ekspansif dalam kondisi batas cair dengan kapur terhadap sifat kembang susut tanah”.Tugas Akhir. Universitas Kristen Petra.

Muzaidi, I. 2016. “Pengaruh Penggunaan Bahan Ecocure21 Terhadap Kestabilan Area Disposal dan Area Hauling Road PT. Adaro Indonesia Kalimantan Selatan”. Master Tesis. Jurusan Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Nugroho, S. G. 2012. Dinamika Teknik Sipil/Vol. 12/No.2 Halaman: 151 – 156.

Schoeder, 1972. Pengertian Tanah Menurut Ahli

Septawendar, Rifki, Nuryanto, Suhanda., Wahyudi, Kristanto. 2007. “Sifat Fisik Lempung Tanjung Morawa Dalam Transformasi Fasa Mineral Berdasarkan Investigasi Difraksi Sinar X”. Riset Geologi dan Pertambangan: 11 – 19.

Van D Meene. 1984. “Geological Aspects of Peat Formation in The Indonesian-Malyasin Lowlands”. Bulletin Geological Research and Development Centre, 9. 20-31.
Wijaya Adhi, dkk. “Pengelolaan Tanah dan Air Lahan Rawa: Suatu Tinjauan Hasil Penelitian Proyek Swamps II. Review Hasil-Hasil Penelitian Proyek Swamps II di Bogor 19-20 Februari 1993. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 22 hal.

Wiqoyah, Q. 2006. “Pengaruh kadar kapur, waktu perawatan dan perendaman terhadap kuat dukung tanah lempung”. Tugas Akhir. Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Published
2018-12-10
How to Cite
SETIAWAN, Ichwan. PENGARUH WAKTU PEMERAMAN DENGAN PENAMBAHAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH GAMBUT TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH. Density (Development Engineering of University) Journal, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 7-12, dec. 2018. ISSN 2655-4453. Available at: <http://journal.umbjm.ac.id/index.php/density/article/view/225>. Date accessed: 21 mar. 2019.
Section
Articles