Pengaruh Pemberian Gel Kuersetin Terhadap Jumlah Fibroblas dan Re-Epitelisasi Dalam Proses Penyembuhan Luka Bakar Derajat IIA Pada Tikus Jantan

  • noor cahaya program studi farmasi FMIPA universitas Lambung Mangkurat
  • Errenna Erfenna ULM
  • Dina Rahmawanty ULM

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan pada kulit akibat terpajan panas dan sering ditemukan seperti luka bakar derajat II A. Penanganan yang kurang tepat akan mempengaruhi proses penyembuhan. Penyembuhan luka bakar akan terjadi lebih cepat jika pertumbuhan sel fibroblas dan re-epitelisasi tidak terganggu. Kuersetin merupakan senyawa yang dapat membantu proses penyembuhan luka karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas gel kuersetin terhadap peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi dalam proses penyembuhan luka bakar derajat II A. Penelitian ini menggunakan 45 tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (gel komersial) dan uji (gel kuersetin). Masing-masing kelompok diberi perlakuan yang berbeda, yaitu perlakuan 5 hari, 11 hari dan 21 hari. Kemudian induksi luka bakar dilakukan dengan logam yang dipanaskan pada suhu 100ºC selama 3 menit dan ditempelkan pada punggung tikus selama 10 detik dengan diameter luka 2 cm.  Selanjutnya dilakukan pengambilan jaringan dan pembuatan preparat histologi. Perhitungan dilakukan pada 3 lapang pandang dengan pembesaran 400 x untuk fibroblas dan 100 x untuk re-epitelisasi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi (p<0,05). Kesimpulan: gel kuersetin dapat memberikan peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi pada proses penyembuhan luka bakar.


Kata Kunci: Fibroblas, Kuersetin, Luka bakar, Re-epitelisasi

References

Almira. R.M. (2008). Kajian Aktivitas Fraksi Hexan Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.) Terhadap Proses Persembuhan Luka Pada Mencit (Mus musculus albinus.). Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Angela, L. (2012). Aktivitas Antioksidan Dan Stabilitas Fisik Gel Anti-Aging Yang Mengandung Ekstrak Air Kentang Kuning (Solanum tuberosum). Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.

Anief, M. (1997). Formulasi Obat Topikal. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Argamula, G. (2008). Aktivitas Sediaan Salep Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var Sapientum) Dalam Proses Persembuhan Luka Pada Mencit (Mus Musculus Albinus).Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Asmaningsih, E., Yulian, W. U., Rahmatuz, Z. Pengaruh Pemberian Topikal Ekstrak Etanol Kedelai (Glycine max) Terhadap Pembentukan Jaringan Epitel Pada Perawatan Luka Bakar Derajat II A Pada Tikus Wistar.
http://old.fk.ub.ac.id/artikel/id/filedownload/keperawatan/MAJALAH_RAHMATUZ%20ZULFIA_0910721010.pdf
(diakses tanggal 3 November 2013).
Azzi, L., M. El-Alfy, C. Martel & F. Labrie. (2005). Gender Differences In Mouse Skin Morphology and Specific of Sex Steroid and Dehydroesterone. Journal Of Investigative Dermatology. 124: 22-28.

Brunner & Suddarth. (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi ke-2. Jakarta: EGC.

Chirumbolo, S. (2010). The Role of Kuersetin, Flavonols and Flavones in Modulating Inflammatory Cell Function. Italy: Bentham Science Publishers Ltd. Department of Pathology and Diagnostics, University of Veron.

Choi, S.W. (2001). The wound-healing effect of a glycoprotein fraction isolated from Aloe vera. British Journal of Dermatology. 145: 535-545.

Christiawan, A. & P. David. (2010). Aktivitas Antimikroba Daun Binahong Terhadap Pseudomonas Aeruginosa Dan Staphylococcus Aureus Yang Sering Menjadi Penyulit Pada Penyembuhan Luka Bakar. Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

CMC Book. (2009). World’s Leading Hydrocolloid Solutions Provider. Cpkelco, A Huber Company.

Cohen, I.K. & R.F. Diegelmann. (1994). Wound Care and wound healing, principles of surgery. Edisi ke-3. Philadelphia. Mc Graw Hill Inc.

Depkes, R.I. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi ke-4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dellmann, H.D. & E.M. Brown. (1992). Buku Text Histology Veterinary. Edisi ke-3. Jakarta: UII Press.

Dharmojono, H. (2002). Kapita Selekta Kedokteran Veteriner. Edisi ke-2.Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Direktorat Bina Kesehatan Hewan. (1999). Manual Standar Metoda Diagnosa Laboratorium Kesehatan Hewan. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Departemen Pertanian.

Effendi, C. (1999). Perawatan Pasien Luka Bakar. Jakarta: EGC.

Emrizal, A. Fernando, F. Suryani, F. Ahmad, M. Hasnah, Sitrat & D. Arbain. (2012). Isolasi Senyawa dan Uji Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Metanol daun Puwar Kincung (Nicolaia speciosa Horan). Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia. 1: 1-5.

Eroschenko, V.P. (2003). Atlas Histologi Di Fieore Dengan Korelasi Fungsional. Edisi ke-9. Jakarta: EGC.

Ganong, W.F. (2003). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi ke-20. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Garg, A., D. Anggarwal, S. Garg & A.K. Singla. (2002). Spreading of Semisolid Formulation: An Update. Pharmaceutical Tecnology.

Gordon, M.H. (1990). The mechanism of antioxidants action in vitro. London: Elsevier Applied Science.

Hamzah, M. (2006). Anti-Inflammatory Activity of Achillea and Ruscus Topical Gel on Carrageenan-Induced Paw Edema in Rats. Acta Poloniae Pharmaceutica-Drug Research. 4: 287-280.

Handayani, I. 2006. Aktivitas Sediaan Gel dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Miller) untuk Proses Persembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus). Skripsi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian, Bogor.

Hasyim, N., K.L. Pare, I. Junaid & A. Kurniati. 2012. Formulasi Dan Uji Efektivitas Gel Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) Pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin, Makassar. Majalah Farmasi Dan Farmakologi. 16: 89 – 94.

Hazrati, M., D. Mehrabani, A. Japoni, H. Montasery, N. Azarpira, A. R. Hamidian-shirazi & N. Tanideh. 2010. Effect of Honey On Healing of Pseudomonas aeruginosa Infected Burn Wounds in Rat. Appl Anim. 37: 161-165.

Hidayat, T.S.N. 2013. Peran Topikal Ekstrak Gel Aloe Vera Pada Penyeembuhan Luka Bakar Derajat Dalam Pada Tikus. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Jones, T.J., Hunt, R.D., King, N.W. 1996. Veterinary Pathologi. Edisi ke-6. Wiiliams and Wilkins.

Judoamidjojo, M. 1981. Teknik Penyamakan Kulit untuk Pedesaan. Angkasa, Bandung.

Kalsum, U. 2010. Perbedaan Perawatan Luka Bakar Derajat II Menggunakan Ekstrak Kedelai (Glycine Max) Dan Normal Salin Terhadap Jumlah Sel Fibroblas Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Galur Wistar.
http://old.fk.ub.ac.id/artikel/id/filedownload/keperawatan/Majalah%20lina%20%280910720050%29.pdf
(diakses tanggal 2 November 2013).

Kanazawa, S., T. Fujiwara, S. Matsuzaki, K. Shingaki, M. Taniguchi, S. Miyata, M. Tohyama, Y. Sakai, K. Yano, T. Kubo. 2010. bFGF Regulates PI3-Kinase-Rac1-JNK Pathway and Promotes Fibroblass Migration in Wound Healing. PLoS One. 5: 8.

Karimi, M., P. Parsaei, S.Y. Asadi, S. Ezzati, R.K. Boroujeni, A. Zamiri & M. Rafieian-Kopaei. 2013. Effects of Camellia sinensis Ethanolic Extract on Histometric and Histopathological Healing Process Of Burn Wound In Rat. Middle-East Journal Of Scientific Research. 13: 14-19.

Kartohatmodjo, S. 2008. Luka Bakar (Combustio).
http://elib.fk.uwks.ac.id/asset/archieve/matkul/Ilmu%20Kedokteran%20Terintegras%20-%20PBL/Materi%20PBL%20IIa%202007-2008/luka%20bakar%20akut%20text.pdf
(diakses tanggal 20 Desember 2013).

Keller, U., Kumin, A., Braun, S., Werner, S. 2006. Reactive Oxygen Species and Their Detoxification in Healing Skin Wounds. Journal of Investigative Dermatology Symposium Proceedings. 11.

Kunia, K. 2006. Apel mengatasi Beragam Penyakit. ITB, Bandung.

Lakhanpal, P.M.D. & Deepak.K.R. (2007). Ministry of Health & Quality of Life. Clinical Knowledge. Internet Journal of Medical Update. 2 : 22-37.

Lieberman, H.A. 1996. Pharmaceutical Dosage Forms. Edisi ke-2. Marcel Dekker Inc, New York.

Lingga, L. 2012. The Healing Power of Antioxidant. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Martin, A., Swarbrick, J., Cammarata, A. 1983. Physical Pharmacy, Physical Chemical Principles in The Pharmaceutical Science. Edisi ke-3. Lea and Febiger, Philadelphia.

--------. 1993. Farmasi Fisika. Edisi ke-2, Jilid 3. UI Press, Jakarta

Moenadjat, Y. 2003. Luka Bakar Pengetahuan Klinik Praktis. Edisi ke-5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Monson, K. & Schoenstadt, A. 2009. Quercetin Drug Interaction. Clinaero, New York.

Morison, M.J. 2004. Manajemen Luka, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Musfirah. 2007. Perbedaan Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II antara Perawatan Luka Menggunakan virgin Coconut Oil (Cocos nucivera) dan Normal Salin pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar
http://175.45./bitstream/123456/18039/1/Perbedaan-kecepatan-penyembuhan-luka-bakar-derajat-II-antara-perawatan-luka-menggunakan-virgin-coconut-Oil-Cocos-nuciferadan-normal-salin-pada-tikus-putihRattusnorvegicus-strain-wistar.pdf
(diakses tanggal 10 November 2013).

Muttaqin, A. & Sari, K. (2011). Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Salemba Medika, Jakarta.

National Center For Biotechnology Information. Library Of Medicine. USA.
http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary/summary.cgi?cid=5280343#x291

Nurdiana, T. Hariyanto, Musfirah. 2008. Perbedaan Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Antara Perawatan Luka Menggunakan Virgin Coconut Oil (Cocos nucifera) dan Normal Salin pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Strain Wistar.
http://elibrary.ub.ac.id/bitstream/123456789/18039/1/Perbedaan-kecepatan-penyembuhan-luka-bakar-derajat-II-antara-perawatan-luka-menggunakan-virgin-coconut-Oil-%28Cocos-nucifera%29-dan-normal-salin-pada-tikus-putih-%28Rattus-norvegicus%29-strain-wistar.pdf
(diakses tanggal 10 November 2013).

Prasetyo, B.F., I. Wientarsih, B.P. Priosoeryanto. (2010). Aktivitas Sediaan Gel Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Mencit. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Jurnal Veteriner. 11: 70-73.

Putriyanda, N. 2006. Kajian Patologi Aktivitas Getah Batang Pohon Pisang Tanduk (Musa parasidiaca forma typica) Dalam Proses Persembuhan Luka pada Tikus (Mus musculus albinus). Skripsi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rahmawati. 2009. Pengaruh stimulasi elektrik terhadap pengurangan luas luka pada penyembuhan luka (debth wound). Jurnal Pendidikan Mutiara Ilmu. 4 : 102-107.

Rismana, E., Idah, R., Prasetyawan, Y., Olivia, B., & Erna, Y. (2013). Efektivitas Khasiat Pengobatan Luka Bakar Sediaan Gel Mengandung Fraksi Ekstrak Pegagan Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin Dan Histopatologi Pada Kulit Kelinci. Penelitian Kesehatan. 41: 45-60.

Roodbari, N., A. Sotoudeh, A. Jahanshahi & M. A. Takhtfooladi. 2012. Healing Effect Of Adiantumcapillus Veneris On Surgical Wound In Rat. Research Opinions In Animal & Veterinary Sciences. 12: 591-595.

Rowe, R.C., Paul, J.S., & Marian, E.Q. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Pharmaceutical Press and The American Pharmacist Association, USA.

Ryan, P, Michael, J & Hynes. 2008. The kinetics and mechanisms of the reactions of iron(III) with quercetin and morin. Journal of Inorganic Biochemistry. 102: 127-136.

RSCM. 2012. Unit luka bakar.
http://www.rscm.co.id/
(diakses tanggal 15 September 2013).

Selfie, P.J., Ulaen, Y.B., Ririn, A. S. 2012. Pembuatan Salep Anti Jerawat Dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.). Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes, Manado

Shukla, A., A.M. Rasik, G.K. Jain, R. Shankar. 1998. In Vitro and In Vivo Wound Healing Activity of Asiaticoside Isolated from Cantella Asiatica. Journal of Ethnopharmacology. 65: 1-11.

SNI. 1996. SNI 14399-1996 Sediaan Tabir Surya. Dewan standarisasi Nasional. Jakarta.

Sukmawati, N.M.A., Arisanti, C. I. S., Wijayanti, N.P.A.D. 2014. Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA, HPMC, dan Gliserin Terhadap Sifat Fisika Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana, L.). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam, Universitas Udayana, Bali.

Suriadi. (2004). Perawatan luka. Jakarta: CV Sagung Seto.

Syamsuni, A. 2006. Ilmu Resep. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.

Vegad, J.L. 1995. A Textbook of Veterinary General Pathology Healing and Repair. Vikas Publishing House Put, New Delhi.

Vicentini, F. T. M., S. Regina & M.P.R. Betley. 2009. Assessment of In Vitro Methodologies to Determine Topical and Transdermal Delivery of The Flavanoid Quercetin. Brazilian Journal Pharmaceutical Science. University San Paolu. 45: 358-364.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Waluyo, J. 2006. Biologi Dasar. Universitas Jember, Jember.

Wade, A. & Weller, P. J. 1994. Handbook of Pharmaceutical Excipients 2nd edition. The Pharmaceutical Press, London.

Wasitaatmadja, S.M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. UI-Press, Jakarta.

World Health Organization. 2016. Burns. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs365/en/
Published
2018-09-30
How to Cite
CAHAYA, noor; ERFENNA, Errenna; RAHMAWANTY, Dina. Pengaruh Pemberian Gel Kuersetin Terhadap Jumlah Fibroblas dan Re-Epitelisasi Dalam Proses Penyembuhan Luka Bakar Derajat IIA Pada Tikus Jantan. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), [S.l.], v. 2, n. 1, p. 89-96, sep. 2018. ISSN 2598-2095. Available at: <http://journal.umbjm.ac.id/index.php/jcps/article/view/93>. Date accessed: 19 oct. 2018.