KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA KELAS X

  • Ernawati Ernawati MTsN 7 Hulu Sungai Tengah

Abstract

Keterampilan berpikir tingkat tinggi saat ini telah menjadi salah satu tujuan pendidikan di Indonesia. Sekarang ini siswa dituntut untuk mampu menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam setiap penyelesaian masalah, baik dalam pembelajaran dan kehidupan. Namun, masih banyak siswa yang bertahan dengan proses berpikir tingkat rendah, terutama siswa-siswa daerah seperti yang ada di daerah Kabupaten HST. Selain itu, metode pembelajaran secara konvensional saja dapat menimbulkan kejenuhan belajar pada diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran yang valid tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki siswa SMA kelas X yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan dan motivasi belajar matematika mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang terdiri dari tiga tahap utama, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan/pengumpulan data, dan (3) tahap pengolahan data dan laporan hasil penelitian. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X di Kabupaten HST Kalimantan Selatan. Namun, dikarenakan keterbatasan peneliti, maka hanya diambil 4 kelas dari sekolah berbeda sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal-soal berbasis open-ended yang dinyatakan valid dalam mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa SMA kelas X dan angket motivasi belajar matematika. Hasil penelitian ini yaitu rata-rata skor keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa SMA kelas X Kabupaten HST adalah 12,43 dan termasuk dalam kriteria “Kurang Baik”. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa SMA kelas X Kabupaten HST adalah 65,81 dan termasuk dalam kriteria “Cukup Baik”.

References

Azwar, W. (2010). Tes prestasi (Fungsi pengembangan pengukuran prestasi belajar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Brookhart, S. M. (2010). How to asses higher order thinking skills in your classrom. Virginia, USA: ASCD.
Kemendikbud. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69, Tahun 2013, tentang Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA.
Kemendiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, Tahun 2006, tentang Standar Isi.
Lewy. (2009). Pengembangan soal untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi pokok bahasan barisan dan deret bilangan di kelas ix akselerasi smp xaverius maria palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3.No.2.
Semiawan, et al. (1992). Pendekatan keterampilan proses: Bagaimana mengaktifkan siswa dalam belajar?. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Setiawan, T., et al. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan problem based learning untuk meningkatkan keterampilan higher order thinking. UJRME 1 (1).
Shadiq, F. (2007). Inovasi pembelajaran matematika dalam rangka menyongsong sertifikasi guru dan persaingan global. Laporan Hasil Seminar dan Lokakarya Pembelajaran Matematika.
Thompson, T. (2012). An analysis of higher-order thinking on algebra i end-of course tests.
Greenville: Department of Mathematics, Science, and Instructional Technology Education College of Education, East Carolina University.
Yee, F.P. (2000). Open-ended Problems for Higher Order Thinking in Mathematics. Singapore: Institut of Education. Jurnal Teaching & Learning 20:2.
Zaslavsky, C. (1993). Multicultural mathematics: Interdisciplinary, cooperative-learning activities. Portland, USA: J. Weston Walch, Publisher.
Published
2020-07-06
How to Cite
ERNAWATI, Ernawati. KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA KELAS X. THETA: Jurnal Pendidikan Matematika, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 27-35, july 2020. ISSN 2656-7172. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/THETA/article/view/495>. Date accessed: 06 aug. 2020.
Section
Articles