PESAN SOSIAL DALAM LAGU BENTO KARYA IWAN FALS

  • Devin Austin Universitas Lambung Mangkurat

Abstract

Lagu sebagai bentuk seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan mendalam kepada pendengarnya, dan salah satu contoh yang mencolok adalah lagu "Bento" karya Iwan Fals, seorang legenda musik Indonesia. Dirilis pada tahun 1988, lagu ini tidak hanya terkenal karena melodi yang kuat, tetapi juga liriknya yang sarat dengan pesan sosial dan kritik terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Artikel ini meneliti bagaimana Iwan Fals menggunakan lirik "Bento" untuk mengekspos dampak negatif dari orientasi kehidupan yang terlalu berfokus pada kekayaan dan kemewahan, khususnya dalam konteks sosial Indonesia pada era Orde Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana (Discourse Analysis) model Teun Van A. Djik. Model ini menggabungkan dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial dalam satu analisis, memahami bahwa teks hanya hasil dari suatu proses produksi yang harus diamati. Pengumpulan data dilakukan pada teks lagu "Bento" yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Iwan Fals. Analisis wacana terhadap lirik lagu "Bento" mengungkapkan bahwa lagu ini bukan hanya sekadar ekspresi seni, tetapi juga cerminan kritis terhadap kondisi sosial dan politik pada masa Orde Baru. Kritikan terhadap kekuasaan otoriter, konsumerisme, dan materialisme melalui bahasa khas Iwan Fals menjadi sarana penyampaian pesan sosial yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Lagu ini, dengan konteks sosialnya, mampu menciptakan kesadaran dan perubahan di tengah masyarakat pada masanya, membuktikan kekuatan seni sebagai medium yang memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk pikiran dan perilaku manusia.

Published
2024-06-05
How to Cite
AUSTIN, Devin. PESAN SOSIAL DALAM LAGU BENTO KARYA IWAN FALS. Idealektik, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 160-166, june 2024. ISSN 2655-8491. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/idealektik/article/view/1099>. Date accessed: 22 july 2024.