A Transformasi Nilai "Wasaka" Sebagai Landasan Pendidikan Sikap Anti Korupsi

Bahasa Indonesia

  • Aziza - fitriah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan yang menjadi perhatian masyarakat di Indonesia saat ini, berbagai modus dan variasi kasus korupsi yang muncul dalam rentetan peristiwa. Korupsi dimaknai sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara/institusi untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Sikap anti korupsi merupakan perbuatan jujur, berkata benar, tidak mencuri dan tidak memperkaya diri sendiri, serta berpegang teguh pada 9 nilai anti korupsi. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan Pendidikan Anti Korupsi pada peserta didik sejak dini, dimana dapat dikembangkan melalui nilai-nilai budaya masyarakat yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia memiliki moral dan nilai kehidupan yang diwariskan menjadi suatu budaya kearifan lokal, salah satunya adalah nilai hidup suku Banjar yang dikenal dengan WASAKA (Waja Sampai Ka Puting) merupakan semangat hidup yang syarat dengan nilai-nilai berbasis kearifan lokal digali dari khazanah budaya Banjar. Metodologi penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskrptif. Penelitian ini menitik beratkan pada analisis falsafah nilai-nilai semboyan hidup suku Banjar, yaitu WASAKA (Waja Sampai Ka Puting) sebagai landasan pendidikan nilai sikap anti korupsi. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam WASAKA, yaitu: religius, ikhlas, kerja keras, tangguh, tekun, bertanggung jawab/konsekuen, jujur, cerdas, peduli, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah WASAKA syarat dengan karakter yang membentuk sikap anti korupsi.

References

Amin, Berkatullah. (2018) “Pendekatan Konseling Eksistensi Humanistik Berbasis Nilai Budaya Banjar WASAKA dalam membentuk karakter siswa di Banjarmasin”. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Konseling. 2 (1), 89-98
Ariani, Intan Hestika Dhesi (2017) “Menumbuhkan pendidikan karakter anti korupsi melalui model pembelajaran Carilem”. Seminar Nasional Pendidikan Sains & Teknologi. Semarang. Universitas Muhammadiyah Semaran,. 170-176
Arsal, T. (2014) “Korupsi dalam Perspektif Sosiologi”. Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. (pp. 99-109). Semarang: DPP IKA, Universitas Negeri Semarang.
Bachruddin, Moch (2015) Pengaruh Big Five Personality terhadap sikap tentang korupsi pada mahasiswa (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi UMM.
Basuni, Ahmad. (1986) Pangeran Antasari: Pahlawan kemerdekaan nasional dari Kalimantan. Jakarta: Bina Ilmu.
Budhi, Setia. Kebudayaan Melayu Banjar, (Catatan Pengantar Diskusi Ilmiah), https://www.researchgate.net/publication/339209375_KEBUDAYAAN_MELAYU_BANJAR_Catatan_Pengantar_Diskusi_Musyawarah_Budaya_Banjar, diakses 4 Maret 2020
Budiman, A. (2017) “Pendidikan anti korupsi budaya Melayu”. Jurnal PIGUR. Vol. 01, No.02, 16-26.
Budiyanto, Drs. (2014.) “Pencegahan korupsi melalui budaya”. Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. (pp. 195-203). Semarang: DPP IKA, Universitas Negeri Semarang.
Fajar, Arnie. Achmad Husen & Choirul Muriman. (2014) “Upaya Pemberantasan Korupsi Melalui Mata Pelajaran PKn (PPKn) di Satuan Pendidikan”. Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. (pp. 159-175). Semarang: DPP IKA, Universitas Negeri Semarang.

Faridah, Siti. (2016) “Nilai-nilai Budaya dalam Sastra Lisan Madihin Banjar”. Seminar Nasional Pergerakan Sastra Indonesia di Eropa & Implementasi Pendidikan di Indonesia. Kudus: Universitas Muria Kudus.
Hadi, Sumasno. (2015) “Studi etika tentang ajaran-ajaran moral masyarakat Banjar”. Jurnal Tashwir. Vol. 3 (6), 209-226. DOI: 10.18592/jt.v3i6.594.
Hakam, Kama Abdul. (2008) Pendidikan Nilai. Bandung: VP Values Press.
Heryadi, A., & Evianawati. (2017) Melatih Kepemimpinan Perangkat Desa Kebonharjo Membangun Sikap Anti Korupsi. Proceeding of Community Development. 107-118. DOI: http://doi.org/10/30874/comdev.2017.16
Istiqomah, Ermina. (2014) “Nilai Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi Indigenous”. Jurnal Psikologi Teori & Terapan. Vol. 5 No.1 h.1-6
Imam, Subrayogo. (2001) Metodologi Penelitian Sosial Agama. Bandung: Rosda Karya.
Mardalis. (1996) Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Mestika, Zed. (2004) Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Bogor Indonesia.
Mubayyinah, Fira. (2017) “SEMAI: Sembilan Nilai Anti Korupsi dalam Pendidikan Anak Usia Dini”. Al-Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education. Vol. 1 (2), PP. 223-238.
Ridhahani, (2013). Transformasi Nilai-nilai Karakter/ Akhlak dalalm Proses Pembelajaran. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.
________, (2016). Pengembangan Nilai-nilai Karakter Berbasis Al-Qur’an. Banjarmasin: IAIN Antasari Press.
________, (2019). Revitalisasi Pendidikan Nilai dan Karakter dalam Proses Pembelajaran di Era Millenial. Banjarmasin: Antasari Press.
Rosikah, Darul Chatrina & Desi, Marliani. L. (2016) Pendidikan Anti Korupsi kajian anti korupsi teori dan praktek. Jakarta: Sinar Grafika.
Sabda, S. (2002). Tipologi Konsep Kurikulum Pesantren di Kalimantan Selatan. Khazanah: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan. IAIN Antasari Banjarmasin. Vol.I No.6
Said, Muhammad. (2016) Kebersyukuran dengan sikap terhadap korupsi (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi UMM.
Salama, N. (2014). “Motif dan proses psikologi korupsi”. Jurnal Psikologi, Vol. 41, No.2 h.149-164.
Saleh, M Idwar. (1993) Pangeran Antasari, Jakarta: CV. Manggala Bhakti.
Sarbaini,dkk. (2012) Pedoman Pendidikan Karakter WASAKA (Waja Sampai Kaputing). Banjarmasin: Univ Lambung Mangkurat.
Sartika, Yuniar Dwi. (2017) Hubungan gaya hidup hedonis dengan intensi korupsi pada mahasiswa pengurus lembaga intra (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi UMM.
Soekanto, Sarjono & Sri, Mamudji. (2006) Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada.
Soraya, Rani. (2016) Hubungan antara Machiavellianism dengen kecenderungan perilaku anti-korupsi (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi UMM.
Sugiyono. (2014) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulistiyani, Ambar Teguh. (2014). “Korupsi Sebagai Perilaku Sosial dan Perilaku Formal Yang Menyimpang”. Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. (pp. 123-134). Semarang: DPP IKA, Universitas Negeri Semarang.
Published
2020-08-06
How to Cite
FITRIAH, Aziza -. A Transformasi Nilai "Wasaka" Sebagai Landasan Pendidikan Sikap Anti Korupsi. Idealektik, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 35-44, aug. 2020. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/idealektik/article/view/537>. Date accessed: 19 sep. 2020.
Section
Articles