RELASI MAKNA DALAM SAPAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA

  • Dedi Febrianto MA Futuhiyyah Cahaya Mas
  • Supriyanto Supriyanto MA Futuhiyyah Cahaya Mas

Abstract

Relasi makna merupakan salah satu bagian dari struktur makna sebuah bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan memerikan relasi makna dalam sapaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berwujud kata-kata yang mengandung relasi makna sinonimi, antonimi,  dan polisemi dalam sapaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Data tersebut diperoleh dari kamus bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, serta tuturan dari masyarakat Jawa, khususnya yang berdomisili di kelurahan Cahaya Mas. Data-data tersebut dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, simak, dan catat.  Setelah terkumpul, data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata sapaan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa mempunyai relasi makna yang cukup luas dan beragam. Keberagaman kata sapaan yang muncul dipengaruhi oleh latar belakang budaya masyarakat yang berbeda-beda. Keberadaan kata sapaan sebagai salah satu unsur kecil bahasa memiliki peranan yang besar dalam komunikasi.

References

Aminuddin. (2001). Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Asrumi. (2005). Bentuk-Bentuk Sapaan Dalam Bahasa Using Di Kabupaten Banyuwangi. Jember: Universitas
Jember.

Bandana, I. G. W. S., et al. (2002). Polisemi dalam Bahasa Bali. Jakarta: Pusat Bahasa.

Biber, D., et al. (1999). Longmann Grammar of Spoken and Writen English. London: Longman.

Brown, R., & Gilman, A. (1960). The Pronoun of Power and Solidarity. Oxford: Blackwell Publishing.

Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. (1995). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, F. (1993). Semantik 1: Pengantar ke Arah Ilmu Makna. Bandung: ERESCO.

Djajasudarma, F. (2016). Semantik 1: Makna Leksikal dan Gramatikal. Bandung: PT. Refika Aditama.

Djajasudarma, F. (2016). Semantik 2 Relasi Makna Paradigmatik, Sintagmatik, dan Derivasional. Bandung: PT.
Refika Aditama.

Ertinawati, Y., & Nurjamilah, A. S. (2020). Analisis Variasi Kata Sapaan Antara Penjual dan Pembeli di Pasar Induk
Cikurubuk Tasikmalaya Ditinjau dari Perspektif Pragmatik. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia,10(2), 126-139.

Hartati, M., & Thamimi, M. (2017). Analisis Relasi Makna Adjektiva dalam Bahasa Melayu Dialek Pontianak.
Jurnal Pendidikan Bahasa, 6(2), 179-193.

Karim, Y., et al. (2013). Semantik Bahasa Indonesia Teori dan Latihan. Tangerang: PT. Pustaka Mandiri.

Kridalaksana, H. (2011). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. (2007). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Moeliono, A. M. (2001). Tata Istilah. Jakarta:Pusat Bahasa.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munirah. (2016). Pengembangan Bahasa Indonesia. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Nugroho, A. W., et al. (2018). Relasi Makna dalam Rubrik “Ah … Tenane” Koran Solo Pos dan Relevansin dengan
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. BASASTRA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra
Indonesia danPengajarannya, 6 (1), 38-47.

Parera, J. D. (2004). Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.

Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Purwo, B. K. (1984). Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Susylowati, E. (2020). Bentuk Kata Sapaan dalam Bahasa Jawa di Kraton Surakarta Hadiningrat (Kajian
Sosiolinguistik. SPHOTA, 12(1), 34-42.

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.
Published
2022-08-09
How to Cite
FEBRIANTO, Dedi; SUPRIYANTO, Supriyanto. RELASI MAKNA DALAM SAPAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA. Idealektik, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 9-17, aug. 2022. ISSN 2655-8491. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/idealektik/article/view/955>. Date accessed: 29 sep. 2022.