STUDI DESKRIPTIF: TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TERHADAP ANTIPSIKOTIKA

  • noor cahaya program studi farmasi FMIPA universitas Lambung Mangkurat
  • Anna Khumaira Sari
  • Mahdjati Fitria
  • Rahmi Rahmi
  • Rahmaniah Rahmaniah

Abstract

Pengetahuan terkait obat merupakan salah satu yang wajib dimiliki oleh seorang apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian secara optimal. Pengetahuan terkait antipsikotika menjadi penting karena dalam penggunaannya banyak ditemukan permasalahan. Penelitian bertujuan untuk menilai pengetahuan apoteker di Kalimantan Selatan terkait antipsikotika. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan berupa teknik convenience sampling. Sampel penelitian adalah Apoteker di Kalimantan Selatan yang bersedia menjadi responden penelitian melalui persetujuan yang dilakukan pada lembar informed consent yang dikirim dalam bentuk google form dan mengembalikan lembar kuesioner yang telah diisi dengan lengkap. Jumlah responden sejumlah 110 orang. Pengambilan dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang dibagikan melalui what’s app grup Apoteker Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan 34% (n=37) apoteker berada pada tingkat pengetahuan baik dan 66% (n=73) pada tingkat pengetahuan kurang baik.

References

Faden, J. (2019). How do we select an antipsychotic for those with schizophrenia? Expert Opinion on Pharmacotherapy, 1–5. https://doi.org/10.1080/14656566.2019.1674284
Gardner, D. M., Baldessarini, R. J., & Waraich, P. (2005). Modern antipsychotic drugs: A critical overview. CMAJ, 172(13), 1703–1711. https://doi.org/10.1503/cmaj.1041064
Haddad, P. M., & Dursun, S. (2006). Selecting antipsychotics in schizophrenia: Lessons from CATIE. Journal of Psychopharmacology, 20(3), 332–334. https://doi.org/10.1177/0269881106062765
Holzapfel, E. M., & Szabo, C. P. (2018). Pharmacotherapy prescribing patterns in the treatment of bipolar disorder in a South African outpatient population. Global Psychiatry, 1(2), 39–51. https://doi.org/10.2478/gp-2018-0006
Murphy, A. L., Phelan, H., Haslam, S., Martin-Misener, R., Kutcher, S. P., & Gardner, D. M. (2016). Community pharmacists’ experiences in mental illness and addictions care: A qualitative study. Substance Abuse: Treatment, Prevention, and Policy, 11(6), 1–14. https://doi.org/10.1186/s13011-016-0050-9
Nielsen, R. E., & Nielsen, J. (2009). Antipsychotic Drug Treatment for Patients with Schizophrenia: Theoretical Background, Clinical Considerations and Patient Preferences. Clinical Medicine: Therapeutics, 1, 1053–1068. https://doi.org/10.4137/cmt.s2175
Stuhec, M., & Gorenc, K. (2019). Positive impact of clinical pharmacist interventions on antipsychotic use in patients on excessive polypharmacy evidenced in a retrospective cohort study. Global Psychiatry, 2(2), 155–164. https://doi.org/10.2478/gp-2019-0013
Published
2021-09-30
How to Cite
CAHAYA, noor et al. STUDI DESKRIPTIF: TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TERHADAP ANTIPSIKOTIKA. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences), [S.l.], v. 5, n. 1, p. 414-417, sep. 2021. ISSN 2598-2095. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/jcps/article/view/781>. Date accessed: 29 nov. 2021.