HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS DENGAN PRILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA N 21 KOTA BATAM TAHUN 2019

  • Ika Novita Sari universitas batam

Abstract

Remaja adalah laki-laki tay perempuan dalam rentang usia 10-19 tahun. Hasil survei tahun 2012 oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan hanya 22% yang membuktikan pengetahuan komprhensif remaja. Menurut BKKBN (2016)  dalam artikel Tanjung Pinang Pos oleh (Miswanto, 2018), 46% remaja usia 15-19 tahun di Indonesia pernah melakukan hubungan seks, angka kehamilan di usia muda mencapai 500 ribu remaja perempuan dimana 30% diantaranya memilih untuk melakukan aborsi. Tujuan peneliti untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan Remaja tentang seks dengan perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini menggunakan cross sectional dilaksanakan di SMA Negeri 21 Batam pada bulan agustus 2019. Populasi dan sampel penelitian dari 59 siswa/siswi. di dapatkan remaja yang memiliki pengetahuan seksual kurang baik dengan prilaku seksual negatif sebanyak 31 orang (86,1%) sedangkan remaja pengetahuan baik dengan prilaku seksual nrgatif sebanyak 9 orang (39,1%). Hasil uji statistik dengan Chi-Square diperoleh nilai p value= 0,000<0,05 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya terdapat Hubungan pengetahuan remaja tentang seks dengan prilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 21 Kota Batam Tahun 2019. Dari hasil penelitian di simpulkan pengetahuan seks nya baik sebanyak 23 siswa dan siswi (39%) dan responden yang pengetahuan seks nya kurang baik sebanyak 39 yaitu (61%). Dan prilaku seksual remaja yang berprilaku seksual positif sebanyak 19 responden (32,2%). kesimpulan peneliti bahwa pengetahuan seksual yang kurang baik akan memicu semakin tingginya angka kejadian remaja yang melakukan prilaku seksual negatif hal ini juga dapat di pengaruhi orang tua para remaja yang menganggap apabila anaknya tidak mempunyai pengetahuan tentang seks maka akan menghindari dan menjalani kehidupan seks yang tidak tercela tetapi kenyataan nya adalah bertentangan dengan hal itu remaja mencari informasi dan mencari dari teman-teman sekitarnya diluar tanpa sepengetahuan orang tua mereka sehingga membuat mereka mempunyai keinginan untuk mencoba apa saja yang telah mereka pelajari tentang seks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim (2017a) “Pernikahan Dini di Kepri,” Batampos.co.id, 17 April. Tersedia pada: https://batampos.co.id/2017/04/17/pernikahan-dini-di-kepri/.
Anonim (2017b) Saatnya Terjun ke Bisnis Digital, Batampos.co.id.media-sosial-ini-aplikasi-yang-digunakan.
Databoks (2018) 2018 , Jumlah Penduduk Indonesia Mencapai 265 Juta Jiwa.
Hootsuite (2019) Digital 2019 Indonesia. Tersedia pada: https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia (Diakses: 16 Maret 2019).
Jatmika, S. (2010) Genk remaja, Anak Haram Sejarah Ataukah Hasil Globalisasi ? Yogyakarta: Kanisius.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2018) PATBM Basis Wujudkan Internet Ramah Anak. Tersedia pada: file:///C:/Users/asus/Downloads/komunitas/artikel kti fikseu/kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.html (Diakses: 16 Maret 2019).
Khairuni, N. (2016) “Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Pendidikan Akhalak Anak,” Education, 2(1).
Lapau, B. (2015) Metodologi Penelitian Kebidanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=-x9IDAAAQBAJ&pg=PA307&dq=analisis+univariat+metodologi+penelitian&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwjfy8vE1JPhAhXEuI8KHYX1BT8Q6AEIKjAA#v=onepage&q=analisis univariat metodologi penelitian&f=false.
Lestari, T. (2015) Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Miswanto (2018) “Seks Berisiko di Kalangan Remaja,” Tanjung Pinang Pos, 24 Februari. Tersedia pada: http://tanjungpinangpos.id/seks-berisiko-di-kalangan-remaja/.
Notoatmodjo, S. (2011) Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jaka: Rineka Cipta.
Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (2012) Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta.
Rumengan, J. (2010) Metodologi Penelitian dengan SPSS. Batam.
Sari, A. F. (2018) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seksual Pranikah. Universitas Batam.
Sari, S. N. (2012) “Perilaku Seksual dan Faktor yang Berhubungan pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas X Universitas Indonesia Tahun 2012.”
Sebayang, W. (2018) Perilaku Seksual Remaja. Yogyakarta: Deepublish.
Sekretariat Daerah Kabupaten Garut (2010) Internet Sehat.
Siregar, W. W. dan Handayani, D. (2018) “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Di Kota Padang,” 1(1), hal. 37–44.
Sulianta, F. (2015) Keajaiban Sosial Media. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Swarjana, I. K. (2015) Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Andi.
Triwibowo, C. (2015) Pengantar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
WHO (2018) Adolescent pregnancy. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy (Diakses: 12 Maret 2019).
Widia, L. (2015) Buku Ajar Biologi Dasar & Biologi Perkembangan (Kebidanan). Yogyakarta: Nuha Medika.
Published
2020-03-31
How to Cite
SARI, Ika Novita. HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS DENGAN PRILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA N 21 KOTA BATAM TAHUN 2019. Journal of Midwifery and Reproduction, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 27-31, mar. 2020. ISSN 2598-0068. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction/article/view/503>. Date accessed: 26 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.35747/jmr.v3i2.503.
Section
Articles