PEMBERIAN ASI PADA BAYI DENGAN KELAHIRAN PREMATURE

PEMBERIAN ASI PADA BAYI DENGAN KELAHIRAN PREMATURE

  • Melia Dwi Yitna Putri Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Mufdlilah Mufdlilah Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Abstract

Menyusui eksklusif adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan, Namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini karena diantaranya ibu yang melahirkan bayi prematur dimana daya hisap dan menelan pada bayi prematur juga belum baik sehingga bayi mengalami kesulitan menyusu dan kondisi ini dapat membuat ibu stress. Kondisi kejiwaan ibu yang stres akan menentukan produkasi air susu, dimana hormon oksitosin tidak akan bekerja dan ASI akan tetap tersimpan dalam payudara dan tidak mengalir yang membuat ibu tidak semangat memberikan ASI kepada bayinya sehingga ibu mulai berpikir untuk beralih menggunakan susu formula agar dapat memenuhi kebutuhan bayinya. Sehingga scoping review ini bertujuan untuk mengetahui upaya ibu dalam pemberian ASI pada Bayi Premature. Metode yang digunakan adalah Prisma Flowchart (Preferred Reportung Items For Systematic review and Meta-Analyses), digunakan untuk menggambarkan alur pencarian literature. Hasil temuan Berdasarkan 8 artikel yang diperoleh didapatkan 8 artikel dengan grade A sebanyak 8 artikel dari metode kuantitatif,  artikel kualitatif dengan grade A. Kesimpulan  Pemberian ASI meliputi dengan pemberian konseling dan motivasi kepada ibu serta perawatan payudara. Kelahiran prematur dikarenakan bayi lahir belum cukup bulan atau adanya penyulit pada saat hamil yang mengakibatkan bayi harus segara dilahirkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Engstrom, J. L. (2007) ‘Promoting and Supporting Breastfeeding: Health Care Providers Make a Difference’, Journal of Midwifery and Women’sHealth, 52(6), pp. 543–544. doi: 10.1016/j.jmwh.2007.09.004.
Ford, S. L. et al.(2019) ‘Peningkatan toleransi makan dan pertumbuhan terkait dengan peningkatan keragaman komunitas mikroba usus pada bayi dengan berat lahir sangat rendah yang diberi ASI sendiri dibandingkan dengan ASI donor’, (April), pp. 1088–1097.Forsgren, M. et al.(2017) ‘Late preterm birth has direct and indirect effects on infant gut microbiota development during the first six months of life’, Acta Paediatrica, International Journal ofPaediatrics, 106(7), pp. 1103–1109. doi: 10.1111/apa.13837.Lai, C. T. et al.(2020) ‘Tingkat sintesis ASI jangka pendek dan interval ekspresi ibu prematur’, pp. 266–269.Maula, S. N., Widyawati, M. N. and Suryono, S. (2018) ‘Model Penggunaan Pengobatan Hipogalaktia Titik Akupuntur Listrik untuk Meningkatkan Volume ASI dan Meningkatkan Kandungan Prolaktin’, 06020.Reid, J. et al.(2018) ‘Pengaruh Peningkatan Kadar Protein Susu Manusia hingga 1,8 g / 100 mL terhadap Pertumbuhan pada Bayi Prematur: Uji Coba Terkontrol Secara Acak’, pp. 1–12.Riskesdas 2018 proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di IndonesiaWilson, E. et al.(2018) ‘Room for improvement in breast milk feeding after very preterm birth in Europe: Results from the EPICE cohort’, Maternal and Child Nutrition, 14(1), pp. 1–11. doi: 10.1111/mcn.12485.Mufdlilah. (2017). Kebijakan Pemberian ASI Eksklusif Kendala dan Komunikasi. Yogyakarta: Nuha Medika.Rayhana, S. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI Dengan Kecukupan ASI.Aceh : Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.Maastrup, R .; Hansen, BM; Kronborg, H .; Bojesen, SN; Hallum, K .; Frandsen, A .; Kyhnaeb, A .; Svarer, I .; Hallström, I. Perkembangan menyusui pada bayi prematur dipengaruhi oleh faktorpada bayi, ibu dan praktek klinis: Hasil studi kohort nasional dengan angka inisiasi menyusui yang tinggi. PLoS ONE 2014, 9, e108208. [CrossRef ] [ PubMed ] Maastrup, R .; Hansen, BM;Kronborg, H .; Bojesen, SN; Hallum, K .; Frandsen, A .; Kyhnaeb, A .; Svarer, I .; Hallström, I. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi prematur. Hasil dari studi kohort nasional prospektif. PLoS ONE 2014, 9, e89077.[ CrossRef ] [ PubMed ]Ariani A. Peningkatan Berat Badan pada Bayi Prematur yang Mendapat ASI, PASI, dan Kombinasi ASI-PASI. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 40 No. 2 (September 2017) 2015 p : 81-85. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. JakartaBrown, J.V.E.; Embleton, N.D.; Harding, J.E.; McGuire, W. Multi-nutrient fortification of human milk for preterm infants. Cochrane Database Syst. Rev. 2016.[ CrossRef ] [ PubMed ]McLeod, G.; Sherriff, J.; Hartmann, P.E.; Nathan, E.; Geddes, D.; Simmer, K. Comparing different methods of human breast milk fortification using measured v. Assumed macronutrient composition to target reference growth: A randomised controlled trial. Br. J. Nutr. 2016, 115, 431–439.Verd, S .; Porta, R .; Botet, F .; Gutierrez, A .; Ginovart, G .; Barbero, AH; Ciurana, A .; Plata, II hasil Rumah Sakit bayi berat lahir sangat rendah setelah pengenalan susu donor untuk melengkapi ASI. Menyusui. Med. 2015, 10, 150–155.Ginovart, G .; Gich, I .; Verd, S. Pemberian ASI melindungi bayi dengan berat lahir sangat rendahdari retinopati prematuritas: Analisis kohort pra-pasca. J. Matern.-Bayi Neonatal Med. 2016, 29, 3790–3795
Published
2022-03-30
How to Cite
PUTRI, Melia Dwi Yitna; MUFDLILAH, Mufdlilah. PEMBERIAN ASI PADA BAYI DENGAN KELAHIRAN PREMATURE. Journal of Midwifery and Reproduction, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 104-111, mar. 2022. ISSN 2598-0068. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction/article/view/847>. Date accessed: 15 apr. 2024. doi: https://doi.org/10.35747/jmr.v5i2.847.
Section
Articles