HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI

  • LUTFI SOVIANA Universitas Muhammadiyah Malang

Abstract

Kualitas persahabatan pada remaja dapat mempengaruhi keterbukaan dan kenyamanan remaja dalam menceritakan informasi pribadinya kepada sahabatnya. Kondisi ini diprediksi dapat meningkatkan resiliensi pada remaja yang menghadapi banyak masalah. Remaja yang orang tuanya bercerai adalah salah satu gambaran remaja yang menghadapi banyak masalah. Resiliensi merupakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi saat remaja menghadapi banyak masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas persahabatan dengan resiliensi remaja yang orang tuanya bercerai. Subjek penelitian adalah 250 orang remaja laki-laki atau perempuan yang memiliki orang tua bercerai, usia 16 tahun sampai 21 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Kualitas persahabatan diukur diukur menggunakan Friendship Quality Scale (FQS) dan Resiliensi menggunakan skala resiliensi Reivich dan Shatte. Uji analisis menggunakan korelasi product moment pearson. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara kualitas persahabatan dengan resiliensi  pada remaja yang orang tuanya bercerai (sig = 0.000 <0.05). Arah hubungannya positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.415. Artinya semakin tinggi kualitas persahabatan maka semakin tinggi resiliensi. Sebaliknya, semakin rendah kualitas persahabatan maka semakin rendah resiliensi. Kualitas persahabatan memberikan kontribusi terhadap resiliensi sebesar 17.2%(R2 = 0.172).

Published
2020-05-26
How to Cite
SOVIANA, LUTFI. HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI. Psycho Holistic, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 129 - 140, may 2020. Available at: <https://journal.umbjm.ac.id/index.php/psychoholistic/article/view/518>. Date accessed: 23 sep. 2020.
Section
Articles